Kebetulan sekarang saya lagi mikirin soal tentang pemrogaman interaktif satu ini nih, ya Augmented Reality (AR) yang belakangan ini mulai benar-benar diapdosi oleh beberapa developer IT termasuk si raksasa Google yang rumornya memang benar-benar serius membuat Kacamata Pintar-nya.

Setelah merilis sebuah video konsep berjudul “Project Glass: One day…” pada bulan maret lalu, dan mengumumkan secara resmi proyek ini dengan nama “Google Project Glass”
dibulan April lalu, Google semacam memperlihatkan bagaimana kacamata
pintar ini dapat digunakan untuk memotret, merekam video, dan menjalakan
aplikasi seperti Google Map, Reminder maupun video chatting.
Bocoran-bocoran mengenai detail perangkat Kacamata Pintar ini pun mulai
beredar di Internet bahkan beberapa petinggi Google sempat pula
tertangkap kamera sedang menggunakan kacamata ini.
Sampai saat ini Kacamata Pintar Google
ini masih berupa prototipe tetapi pihak Google telah mematenkan konsep
produknya ini kepada US Patent & Trademark Office, Patent Full Text
and Image Database. Sergey Bin lah salah satu petinggi Google yang rajin
menggunakan kacamata ini, dan dialah yangsetidaknya telah memberi
sedikit petunjuk mengenai apa yang ada dalam kaca mata ini, salah
satunya adalah disaat Sergey Bin melakukan wawancara dengan Wali Kota
San Francisco Gavin Newsom dengan membawa prototipe kacamata pintarnya
di salah satu TV lokal.
Dan berikut kutipan pembicaraan antara Sergey dan Newsom yang saya kutip dari Kompas.com
Pada kesempatan itu, Brin menunjukkan salah satu kemampuan kacamata dengan mengambil foto Newsom. Kemudian Brin meletakkan jarinya ke bagian kanan kacamata, melakukan penggeseran, yang kemungkinan besar ia sedang membuka hasil foto di galeri. Tombol itu berupa trackpad yang bisa dinavigasikan dengan cara menggeser ke kanan-kiri dan atas-bawah.Brin kemudian mempersilakan Newsom menjajal kacamata pintar. “Jangan sentuh pad (tombol) yang di samping,” pinta Brin kepada Newsom.Newsom menjadi orang pertama di luar Google yang merasakan sensasi kacamata pintar. “Gambar itu sangat jelas. Anda dengan mudah melupakan bahwa sedang memakai kacamata, dan akan merasakan kekuatannya di masa depan,” tukas Newsom kepada situs teknologi Wired.
Dilihat dari informasi-informasi dan
rumor yang telah beredar, Google Project Glass alias Kacamata Pintar
Google ini dapat diumpamakan sebagai perwujudan nyata dari teknologi
masa depan. Kacamata Pintar sepertinya akan membawa fitur-fitur
smarthphone kedalamnya. Beberapa hal yang telah diketahui dari kaca mata
ini adalah
- Kacamata ini dapat mengambil foto ataupun video, dan diperkuat dengan beberapa hasil foto, video serta dari kutipan pembicaraan diatas.
- Cara navigasi dari kacamata ini kemungkinan besar (seperti didalam kutipan pembicaraan diatas) adalah dengan melakukan penggeseran dengan jari pada bagian kanan kacamata.
Dan kacamata ini juga menimbulkan banyak pertanyaan anatara lain
- Bagaimana cara mengoperasikan kacamata ini (dalam hal mengambil foto/video dan navigasi lainnya) tanpa kontak fisik atau mungkin dengan gerakan mata.
- Apakah Kacamata ini akan diproduksi secara massal mengingat kacamata ini (bisa saja) dapat disalah gunakan untuk melanggar privasi orang lain.
Dikatakan bahwa Google tidak mau terlalu
dini untuk mempublikasikan detail spesifik mengenai produknya ini adalah
karena pihak Google ingin menampung lebih banyak saran yang terbaik
untuk kacamatanya ini.




Dan berikut ini adalah beberapa hasil ‘jepretan’ dari Kacamata Pintar Google :
*Hands on knees ( 2048 x 1536 pixel, berukuran 757.9KB)
*Umbrella ( 2048 x 1536 pixel, berukuran 548.44KB)

*Tidak diberi judul ( 2048 x 1536 pixel, berukuran 836.05KB)

Sampai saat ini itulah yang saya ketahui
mengenai Google Project Glass ini, sekarang kita tinggal berharap dan
berusaha semoga segala Teknologi apapun yang akan hadir nantinya dapat
membawa kita ke arah yang lebih positif tentunya. Serta tak lupa supaya
anak-anak bangsa ini juga dapat berperan aktif dalam produksi Teknologi
(bukan hanya sebagai konsumen aktif
)
Untuk berita-berita lebih lengkap
mengenai Google Project Glass ini dalam bahasa Indonesia, anda dapat
membaca liputan khusus dari tekno.kompas.com










0 komentar:
Posting Komentar